Bila Penyebaran Virus Corona Ekstrem, Sekolah Bisa Diliburkan Sementara
Bila Penyebaran Virus Corona Ekstrem, Sekolah Bisa Diliburkan Sementara
Wuhan menjadi tempat pertama munculnya virus corona l sumber : tirto.id
JAKARTA - Aktivitas belajar mengajar di sekolah hingga kampus bisa diliburkan sementara. Hal itu dilakukan bila penyebaran virus corona pada suatu daerah dalam kondisi ekstrem. Demikian ditandaskan Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda.
"Dalam kondisi ekstrem, Kemendikbud bisa meliburkan kegiatan belajar mengajar hingga waktu tertentu. Kebijakan ini sudah diambil oleh Jepang," kata Syaiful dilansir dari jpnn.com.
Sebagaimana diketahui, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengumumkan ada dua WNI yang terjangkit virus corona. Mereka berdomisili di Depok, Jawa Barat. Keduanya merupakan ibu berusia 64 tahun dan putrinya 31 tahun.
Mereka terjangkit virus corona setelah kontak dengan warga negara Jepang berusia 41 tahun. Warga negara asing (WNA) tersebut terdeteksi positif virus corona ketika berada di Malaysia.
Guna mengantisipasi penyebaran virus covid-19 tersebut, katanya, Kemendikbud melalui dinas pendidikan harus melakukan edukasi kepada peserta belajar-mengajar mulai dari guru hingga siswa.
Edukasi tersebut meliputi apa itu virus corona, bagaimana gejalanya, bagaimana model penularannya, hingga bagaimana model pencegahannya.
"Sekolah harus melakukan praktik cuci tangan yang benar, cara memakai masker yang benar, hingga cara batuk dan bersin yang benar. Sekolah juga harus menyediakan cairan disinfektan untuk cuci tangan bagi siswa dan guru setiap masuk kelas," jelasnya.
Menurut Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, publik mestinya tidak perlu khawatir karena penyakit flu yang biasa menjangkiti warga Indonesia justru mempunyai angka kematian lebih tinggi daripada virus Corona.
"Padahal kita punya flu yang biasa terjadi pada kita, batuk pilek itu angka kematiannya lebih tinggi dari yang ini corona tapi kenapa ini bisa hebohnya luar biasa," kata Terawan dilansir dari kompas.com.
Terawan menuturkan, respons publik atas virus corona ini disebabkan oleh cara pandang publik dalam melibat virus tersebut.
"Saya sebagai Menteri Kesehatan ya saya hanya mengimbau mau dibikin horor, heboh, atau tidak, itu tergantung kita semualah, tergantung sudut pandang kita," ujar Terawan.
Terawan pun menegaskan, Kemenkes bersama lembaga lainnya akan bergotong royong dalam menanggulangi penyebaran virus corona.
"Saya yakin ketahanan kesehatan nasional kita akan terjaga karena kekompakkan kita bersama saling asah, asih, asuh, bergotong royong menghadapi virus yang sebenarnya biasa saja," kata Terawan.
Dikutip dari Center for Disease Control and Prevention, cdc.gov, virus corona merupakan jenis virus yang diidentifikasi sebagai penyebab penyakit pada saluran pernapasan.
Virus ini diketahui pertama kali muncul di pasar hewan dan makanan laut di Kota Wuhan. Dilaporkan kemudian banyak pasien yang menderita virus ini. Ternyata itu terkait dengan pasar hewan dan makanan laut tersebut.
Orang pertama yang jatuh sakit akibat virus ini juga diketahui merupakan para pedagang di pasar itu. (Siedoo)
Apa Tanggapan Anda ?
2 MINGGU YANG LALU
RELATED POST
RECENT POSTS
Ujian Kewirausahaan, Siswa Praktik Ukir Sandal Jepit
MAGELANG – Jiwa kewirausahaan senantiasa ditanamkan pada siswa SMK Muhammadiyah Payaman, Secang, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Berbagai keterampilan diberikan melalui…
10 jam yang lalu
Corona Merebak, SMK di 28 Provinsi Tetap Jalankan UN, 6 Ditunda
JAKARTA - Wabah virus corona sedang merebak. Pelaksanaan ujian nasional (UN) 2019/2020 bagi SMK di Indonesia ada beberapa yang ditunda.…
10 jam yang lalu
Wasekjend PB HMI : Pemerintah Butuh Dukungan Tangani Corona
JAKARTA - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjend) PB HMI, Muhamad Ikram Pelesa mengatakan, pemerintah saat ini membutuhkan dukungan dari masyarakat dalam…
13 jam yang lalu
Ikuti Info dari Intel, SMK Muhammadiyah 2 Muntilan Rancang Smart Motor
MAGELANG – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah 2 Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah berupaya meningkatkan kemampuan dalam hal perkembangan teknologi.…
14 jam yang lalu
Siswa SMK Muhammadiyah Payaman Praktik Rawat Jenazah Disaksikan Orang Tua
MAGELANG – Usai melakukan Ujian Sekolah Ciri Khusus Ismuba, sebanyak 36 siswa Kelas XII SMK Muhammadiyah Payaman, Secang, Kabupaten Magelang,…
17 jam yang lalu
Jadi Pemadam Cilik, Anak Diedukasi Waspada Api oleh Damkar
MAGELANG – Kebakaran sering kali terjadi karena hal-hal sepele yang berhubungan dengan api. Saat api mulai tak terkendali, terkadang tak…
1 hari yang lalu



Komentar
Posting Komentar